
Hipotesis penelitian adalah harga saham bergerak secara tidak random sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman pemecahan saham (stock split) di Bursa Efek Indonesia. Serta tidak terdapat perbedaan rata-rata tingkat pendapatan abnormal sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman pemecahan saham (stock split) di Bursa Efek Indonesia. Metode penelitian menggunakan Run Test dan Paired T Test.
Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang melakukan stock split tahun 2005 sampai 2010. Sampel penelitian sebanyak 24 perusahaan. Data yang ada diproses dengan menggunakan SPSS 15.00 for windows. Hasil dari Run Test menunjukkan bahwa harga saham bergerak secara tidak random yang memperlihatkan pasar modal tidak efisien bentuk lemah. Sedangkan hasil Paired T Test memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan average abnormal return sebelum dan setelah stock split. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa efisiensi pasar bentuk semi kuat sebelum stock split berbeda dengan efisiensi pasar bentuk semi kuat setelah stock split.






0 komentar:
Posting Komentar