
Dalam penelitian ini financial literacy diukur dengan menggunakan 27 pertanyaan pilihan berganda dan skor dihitung bedasarkan persentase jawaban yang benar. Financial literacy kemudian dianalisis berdasarkan karakteristik responden yang terdiri dari jenis kelamin, program studi, stambuk, IPK, dan residence (menetap bersama orang tua atau tinggal sendiri/kost), tingkat pendidikan orang tua, serta pendapatan orang tua..
Financial literacy juga dikelompokkan menjadi relatif tinggi dan relatif rendah berdasarkan median untuk menganalisis financial behavior responden pada setiap kelompok. Metode yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari survei terhadap 97 orang responden.
Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa laki-laki, program studi Ekonomi Pembangunan, stambuk 2008 dan 2009, IPK ≥3,00, serta tinggal sendiri/kost memiliki financial literacy yang lebih tinggi. Sementara itu mahasiswa perempuan, program studi Manajemen, stambuk 2010 dan 2011, IPK<3,00, serta tinggal bersama orang tua memiliki financial literacy yang lebih rendah. Secara keseluruhan responden hanya bisa menjawab 56,61% pertanyaan dengan benar, sehingga dapat disimpulkan bahwa responden memiliki tingkat financial literacy yang rendah, selain itu kecenderungan responden mempraktekkan perilaku keuangan (financial behavior) yang diharapkan tidak meningkat secara konsisten seiring dengan peningkatan financial literacy.






0 komentar:
Posting Komentar